Deteksi Gas Terlarut DGA Untuk Menilai Kondisi Trafo AwalIlustrasi. Sumber: Pexels.com/Jan Zakelj

Deteksi Gas Terlarut DGA Untuk Menilai Kondisi Trafo Awal

Dissolved Gas Analysis (DGA) adalah metode diagnosis kondisi transformator berisolasi minyak dengan cara mengukur dan menafsirkan gas-gas yang terlarut di dalam minyak trafo. Gas-gas ini terbentuk ketika terjadi penuaan isolasi atau gangguan (fault) listrik/termal di dalam trafo. Karena itu, DGA sering dipakai sebagai indikator paling awal untuk mendeteksi potensi masalah sebelum trafo benar-benar gagal.

Kenapa DGA efektif untuk penilaian awal?

Minyak trafo berfungsi sebagai isolasi sekaligus pendingin. Saat ada overheating, partial discharge, atau arcing, energi gangguan memecah minyak dan/atau kertas isolasi sehingga menghasilkan gas tertentu. Dengan memantau pola gas, kita bisa memperkirakan jenis gangguan dan tingkat keparahannya lebih dini. Ini sejalan dengan tujuan DGA: membantu operator menilai “serviceability” peralatan melalui interpretasi gas yang terbentuk

Gas kunci yang umum dianalisis

Dalam praktik DGA, gas yang sering jadi fokus antara lain:

  • H₂ (hidrogen): sering terkait partial discharge atau aktivitas listrik ringan.
  • CH₄ (metana), C₂H₆ (etana), C₂H₄ (etilena): umumnya terkait gangguan termal/overheating pada minyak dengan level temperatur berbeda.
  • C₂H₂ (asetilena): indikator kuat adanya arcing (loncatan listrik) karena butuh energi tinggi untuk terbentuk.CO dan CO₂: sering mengindikasikan degradasi isolasi kertas (cellulose) di dalam trafo.

Bagaimana “membaca” hasil DGA secara cepat

Deteksi Gas Terlarut DGA Untuk Menilai Kondisi Trafo Awal
Ilustrasi. Sumber: Pexels.com/Jan Zakelj

Untuk penilaian awal, pendekatan praktis biasanya mencakup:

  1. Lihat tren, bukan hanya angka sekali ukur
    Satu hasil DGA dapat memberi petunjuk, tetapi kenaikan konsentrasi gas dari waktu ke waktu sering lebih informatif. Lonjakan cepat pada gas tertentu biasanya menandakan fault aktif.
  2. Gunakan rasio gas (gas ratio) untuk indikasi gangguan
    Beberapa rasio gas dipakai untuk mengarah pada tipe gangguan. Misalnya contoh rasio yang sering dijadikan indikator:
  • CH₄/H₂ → indikasi pemanasan minyak
  • C₂H₂/C₂H₄ → indikasi arcing
  • C₂H₆/C₂H₄ → indikasi mild overheating
  1. Klasifikasi fault dengan metode Duval Triangle
    Metode Duval Triangle memetakan persentase relatif CH₄, C₂H₂, dan C₂H₄ untuk mengelompokkan gangguan (misalnya PD, thermal fault, arcing) secara sistematis—cukup populer karena “langsung mengarah” ke kategori fault.

Kesalahan umum yang bikin DGA “menipu”

  • Sampling tidak benar (botol/valve kotor, ada udara masuk) → hasil gas bisa bias.
  • Tidak mempertimbangkan kondisi operasi (beban, suhu, riwayat perawatan) → interpretasi bisa keliru.
  • Mengabaikan parameter lain: DGA idealnya dibaca bersama parameter minyak lain seperti moisture, interfacial tension, dan analisis furan untuk gambaran kondisi isolasi lebih lengkap.

Kesimpulan

DGA adalah “alarm dini” yang sangat berguna untuk menilai kondisi awal trafo karena mampu menangkap jejak gangguan dari gas terlarut sebelum muncul gejala besar. Dengan memahami gas kunci, tren, rasio, dan metode klasifikasi seperti Duval Triangle, keputusan teknis (monitoring lanjut, inspeksi, atau tindakan korektif) bisa lebih cepat dan berbasis data.

Jogja Media Training sedang mengadakan training oil analysis transformer yang akan diadakan di Jogja. Informasi lebih lanjut hubungi nomor WA : 085166437761 (Saka) atau  082133272164 (Olisia).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *